Selamat Idul Adha, 10 Zulhijjah 1443 H. Semoga kita dapat meneladani ketaatan dan keikhlasan serta kesabaran Ibrahim AS, Ismail AS dan Siti Hajar RA. dalam melaksanakan perintah Qurban. Mohon maaf lahir dan batin. ***

 

Berkontribusi Sebesar 4,91 Persen Terhadap Perekonomian Nasional, PDRB Riau Terbesar Ke-6 Di Indonesia

Misfaruddin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau. (Foto: Dok MCR)

Misfaruddin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau. (Foto: Dok MCR)

Serantau Riau

Rabu, 05 Mei 2021

 

Pekanbaru - serantauriau.news - Perekonomian Riau berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2021 mencapai Rp199,55 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp123,52 triliun.

"Secara spasial, pada triwulan I-2021 Provinsi Riau berkontribusi sebesar 4,91 persen terhadap perekonomian nasional. Provinsi Riau merupakan provinsi dengan PDRB terbesar ke-6 di Indonesia atau PDRB terbesar kedua di luar Pulau Jawa," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Misfaruddin di Pekanbaru, Rabu (5/5/2021).

Ia menerangkan bahwa perekonomian Riau triwulan I-2021 tumbuh sebesar 0,41 persen. Pertumbuhan terjadi pada sebagian lapangan usaha dan kontraksi terjadi pada sebagian lapangan usaha yang lain. 

"Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,18 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Luar Negeri mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 29,85 persen," jelasnya.

Sementara itu, ekonomi Riau triwulan I-2021 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,41 persen. Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mengalami kontraksi pertumbuhan tertinggi sebesar 16,71 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mengalami kontraksi pertumbuhan tertinggi sebesar 52,61 persen.

"Ekonomi Riau triwulan I-2021 jika dihitung tanpa migas mengalami pertumbuhan sebesar 1,86 persen (y-on-y), melambat dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,23 persen," tukasnya, seperti dilansir dari laman Pemprov Riau. 
(Mediacenter Riau/rat)