serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Rumah Tahfidz Ahlul Quran Batubara Buka Cabang, Jauhkan Candu Game Online

Suasana peresmian cabang baru Rumah Tahfidz Ahlul Quran - Batubara. (Foto: Dok Istimewa)

Suasana peresmian cabang baru Rumah Tahfidz Ahlul Quran - Batubara. (Foto: Dok Istimewa)

Muhammad Fadhli

Ahad, 27 Juni 2021

 

Batubara - serantauriau.news - Untuk menjauhkan kalangan muda dari kecanduan game online dengan menjadikan mereka generasi penghafal Alquran, Yayasan Rumah Tahfidz Ahlul Quran membuka Rumah Tahfidz cabang baru khusus untuk santri ikhwan (putra) di Jalan Pendidikan, Belakang Kantor Balai Desa Masjid Lama, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. 

Fahri Ramzi, Pembina Yayasan Rumah Tahfidz Ahlul Quran saat kami wawancarai melalui akun Whatsapp-nya pada Ahad (27/6/2021) mengatakan,  alhamdulillah, ini cabang yang pertama, resmi dibuka pada Jumat (25/6/2021). Insya Allah, ke depannya mereka juga akan buka cabang pada beberapa daerah lainnya di Kabupaten Batubara. Cabang yang baru diresmikan tersebut khusus untuk putra, dengan melayani mondok bagi para santri yang ingin lebih intensif dalam mencapai target hafalan.

“Tujuan kami mendirikan Yayasan Rumah Tahfidz Quran untuk membentuk kerja sama yang baik antara orangtua dengan para guru, guna menjauhkan generasi muda dari kecanduan gadget, dan mengurangi angka kriminalitas akibat dari mereka terlalu sering bermain game online. Sasaran yang kami ingin capai adalah membuat satu wadah dengan kapasitas yang lebih besar untuk mencetak generasi cinta Quran dan mewujudkan Kampung Qurani,” kata Fahri Ramzi.

Seperti dijelaskan Fahri Ramzi, sangat banyak anak Batubara yang berkualitas untuk menjadi penghafal Alquran. Dengan dibekali pendidikan Tahfidz Quran, mereka akan menjadi salah satu orang istimewa bagi Allah, kelak ditempatkan di surga paling tinggi, jadi orang yang arif di surga. Menghormati orang yang menghafal Alquran seperti mengagungkan Allah, hati penghafal Alquran tidak disiksa, lebih berhak menjadi imam dalam salat, disayangi Rasulullah SAW, juga memberikan syafaat kepada keluarga. 

Dikatskan, Penghafal Alquran akan memakai mahkota kehormatan, orangtua dapat pahala khusus jika anaknya adalah seorang penghafal Alquran, bekal paling baik, menempati tingkatan tertinggi di surga, dan masih banyak lagi manfaat yang didapatkan bagi penghafal Alquran.

Yayasan Rumah Tahfidz Ahlul Quran didirikan oleh Wardatus Saniah, SPdI, lulusan strata satu di Universitas Islam Negeri Medan (UIN Medan) dan menyelesaikan hafalan di Rumah Tahfidz Darul Uswah – Medan. Saat didirikan pada 22 Oktober 2018, sekolah tahfidz tersebut memiliki 15 santri, dan saat ini telah memiliki 533 santri. Pusat Rumah Tahfidz Ahlul Quran berlokasi di Desa Indrayaman, Kecamatan Talawi, Batubara.

Pendidikan di Rumah Tahfidz Ahlul Quran sederajat dengan SD/SMP/SMA, 3 tahun lamanya program belajar diterapkan pada setiap santri di rumah tahfidz tersebut, hingga berhasil menghafal 30 Juz Alquran. 

Selain tahfidz, sekolah tersebut juga mengajarkan perbaikan bacaan (makhorijul huruf), hadist pendek, dan doa-doa. Selain itu juga ada program belajar tahsin, tilawah, qiraah, dan lainnya.  Sistem belajarnya pulang hari, sekali pertemuan 2 jam setiap harinya. Sekolah tersebut buka pukul 9.00 - 23.00 WIB.

Fahri Ramzi juga menjelaskan, syarat untuk jadi santri di Rumah Tahfidz Ahlul Quran berusia 6 - 20 tahun untuk laki-laki, dan 6 - 30 tahun untuk perempuan, harus mempunyai keinginan yang kuat, komitmen orangtua untuk pendampingan hafalan dan murojaah anak di rumah, serta mematuhi aturan yang ditetapkan Yayasan tersebut.

Para guru (ustadz/ ustadzah) di Rumah Tahfidz Ahlul Quran memiliki berbagai macam latar belakang pendidikan, ada yang lulusan dari Rumah Tahfidz Darul Uswah - Medan, Baitul Quran - Medan, dan juga dari Rumah Tahfidz Ahlul Quran. Bagi para guru yang memiliki hafalan cukup banyak ditempatkan mengajar di kelas iqra dan Alquran. Adapun nama para guru di Rumah Tahfidz Ahlul Quran yaitu; Wardatus Saniah, Fahri Ramzi, Hafiz Tanjung, Putri Wahyuni, Umi Atika Putri, Alfiyani Alti, Nurhasanah, Fatmawati, Attia Maulida, Wahyuni, dan Aulia Hafifa.

“Alhamdulillah, kita sudah mewisuda 42 santri dengan kategori Wisuda Tahfidz 30 Juz untuk anak-anak sederajat Sekolah Dasar (SD), agar memacu semangat mereka untuk lebih giat menghafal Alquran. Dengan waktu yang sangat minim, 2 jam belajar setiap harinya mereka bisa menyelesaikan hafalan 30 Juz dalam kurun waktu 2 - 3 bulan, untuk anak-anak yang masih sangat kecil. Untuk tingkat remaja, sudah ada yang hafal 18 Juz,” kata Fahri Ramzi.

Selain itu, Fahri Ramzi juga mengatakan, ada banyak sekali pihak yang mendukung keberadaan Yayasan Rumah Tahfidz Ahlul Quran, yaitu; Wakil Bupati Batubara, Kapolres Batubara, Anggota DPRD Batubara, serta Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Ketua Batubara Bersaudara, para pengusaha yang ada di Kecamatan Tanjung Tiram dan Kecamatan Talawi, Achik Roslan Design, Kreatifku Production, Owner Tiki Bintang Jaya, Owner Raghib Jaya Aluminium, Sabar menanti Motor, JL Fara Malaysia, Izal Pane Photography, Dian Percetakan, Adam Percetakan, Tengkulok Pamulara Abah Hisyam, Hilwa Tenun Batubara, dan lainnya.

Fahri Ramzi mengatakan, saat ini pihaknya sangat kesulitan untuk dapat  menyejahterakan para guru mereka. Biaya belajar yang kami pungut dari setiap santri hanya dua ribu rupiah setiap harinya. Sehingga banyak calon santri yang ingin mendaftar terpaksa harus kami tunda dahulu, karena sedikitnya jumlah guru yang bisa kami sediakan. Selain itu sarana dan fasilitas yang masih banyak belum bisa dipenuhi, seperti; meja belajar, kipas angin, rak buku, rak sepatu, papan tulis, karpet, mushaf Alquran, dan lainnya. 

"Harapan kami ke depannya, semoga para guru kami dapat dibantu setiap bulannya oleh Pemerintah, sehingga infaq dan biaya pendidikan dapat kami alokasikan untuk pengembangan sekolah. Kami ingin Rumah Tahfidz Ahlul Quran kelak bisa menjadi pondok pesantren, aamiin,” harapnya.

“Kami mengharapkan kepedulian yang lebih dari Pemerintah, agar segera terwujud Kampung Qurani, khususnya di Kabupaten Batubara, dengan mencetak para penghafal Quran di setiap desanya. Kepada masyarakat luas kami mengimbau, agar memasukkan anak-anaknya belajar di Rumah Tahfidz maupun Rumah Quran, untuk belajar mengaji dan menghafal Quran, demi membentuk akhlakul karimah mereka agar lebih baik lagi,” kata Fahri Ramzi. (Muhammad Fadhli)