serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Marawang Malopeh Tobek, Kearifan Lokal Masih Terjaga Di Teberaupanjang 

Marawang Malopeh Tobek adalah membuka genangan embung  yang dimanfaatkan masyarakat untuk pengelolaan tangkapan ikan, sebahai kearifan lokal yang dikelola dari masyarakat untuk masyarakat. (Foto: Dok Rie Riski Hidayat)

Marawang Malopeh Tobek adalah membuka genangan embung  yang dimanfaatkan masyarakat untuk pengelolaan tangkapan ikan, sebahai kearifan lokal yang dikelola dari masyarakat untuk masyarakat. (Foto: Dok Rie Riski Hidayat)

serantauriau.news

Rabu, 07 Juli 2021

 

Teberaupanjang - serantauriau.news - Marawang Malopeh Tobek masih menjadi budaya kearifan lokal yang tetap terjaga di masyarakat Desa Teberaupanjang, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi hingga saat ini. 

Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata di balik tradisi Marawang Malopeh Tobek tersingkap sebuah upaya untuk melestarikan lingkungan hidup yang berkesinambungan. 

Kepala Desa Teberaupanjang  ikut hadir dalam kegiatan Marawang Malopeh Tobek tersebut, Selasa (6/7/2021). Kegiatan ini juga dihadiri Tokoh Masyarakat Desa Teberaupanjang serta masyarakat sekitar daerah Kecamatan Gunung Toar.

Marawang Malopeh Tobek adalah membuka genangan embung  yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk pengelolaan tangkapan ikan, merupakan salah satu kearifan lokal yang dikelola secara bersama-sama dari masyarakat untuk masyarakat.

Sedang dari segi pelestarian lingkungan hidup, tobek (pematang) ini seperti embung genangan air ada eksistensi bersama habitatnya terjaga dengan baik, di mana tumbuhan dan makhluk hidup seperti ikan dan udang dapat hidup dan berkembang biak. Sehingga saat musim panen seluruh masyarakat dapat menikmatinya.

Marawang Malopeh Tobek ini menandakan mulainya turun ke ladang (bercocok tanam Padi). Pada tahun ini dari kegiatan ini juga akan tercipta keakraban di antara para warga, sehingga tercipta keharmonisan bermasyarakat. 

Di antara mereka mengunakan alat tangkapan ikan banyak mengunakan peralatan tradisional seperti jala, jaring, sokok tangguk sentak, ngocal (tradisi unik menangkap ikan dengan tangan), dan tidak ketingalan pula ikut kaum hawa ibuk-ibuk dan anak-anak yang mencari cipuik (siput sawah).

Kegiatan ini dilihat dari hasil tangkapan yang didapat bahkan ada yang membawa karuntung (tempat ikan yang dianyam), rata-rata hasil tangkapan ikan Gabus beratnya 1 kg lebih, juga meraup rezeki di kegiatan ini penjual minuman dan makanan tradisional, membuka lapak perekonomian warga setempat selama kegiatan berjalan dua hari ini.

Kearifan lokal seperti ini dapat menjaga kelestarian lingkungan. "Hendaknya hal ini dapat dicontoh untuk menjaga kelestarian dan ekosistem  lainnya di berbagai daerah di Kabupaten Kuantan Singingi," harap Kepala Desa Teberaupanjang Hendri.

Untuk ke depannya pemerintahan desa akan mengkaji menerbitkan Perdes (Peraturan Desa) sehingga desa mempunyai aturan yang disepakati secara bersama oleh pihak pemerintah untuk pemeliharan tobek pematang dan menebarkan pembibitan ikan yang bisa ditata. Hal ini, kata dia, akan dikoordinasikan dengan dinas terkait untuk kelangsungan dan ekosistem lingkungan. (Rie Riski Hidayat)