Tahniah  Hari Jadi Ke-64 Provinsi Riau, 9 Agustus 2021 dan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2021. Semoga cepat bangkit dan bebas dari belenggu pandemi. Dirgahayu Provinsi Riau! Dirgahayu Republik Indonesia!***

 

Dukung Atasi Stunting, Tim Kukerta Balek Kampung Unri Sosialisasikan Budikdamber

Tim Kukerta Balek Kampung Unri, Desa Airpanas, Rokan Hulu, melakukan sosialisasi Budikdamber berskala rumah tangga kepada ibu-ibu PKK dengan tujuan pengentasan stunting. (Foto: Dok M Iqbal Fikri)

Tim Kukerta Balek Kampung Unri, Desa Airpanas, Rokan Hulu, melakukan sosialisasi Budikdamber berskala rumah tangga kepada ibu-ibu PKK dengan tujuan pengentasan stunting. (Foto: Dok M Iqbal Fikri)

M Iqbal Fikri

Senin, 26 Juli 2021

 

Airpanas - serantauriau.news  - Tim Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Balek Kampung Universitas Riau (Unri), Desa Airpanas, Rokan Hulu, melakukan sosialisasi Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) berskala rumah tangga kepada ibu-ibu PKK dengan tujuan pengentasan stunting, Sabtu (24/7/2021).

Budikdamber merupakan metode budidaya ikan sekaligus bercocok tanam secara aquaponik menggunakan media ember. Sistem ini sangat cocok dalam meningkatkan kebutuhan protein hewani dan nabati untuk  pengentasan stunting pada anak di Desa Airpanas.

Salah satu anggota tim Kukerta, Ayu Maysaroh menerangkan bahwa Budikdamber merupakan suatu inovasi di bidang budidaya ikan sekaligus penanaman sayuran. Adapun tujuan dari sosialisasi Budikdamber ini yaitu untuk pengentasan stunting dalam skala mikro (skala rumah tangga).

“Sasaran kegiatan ini yaitu ibu-ibu PKK. Eiharapkan ibu-ibu PKK dapat membagikan ilmu ini kepada ibu-ibu lainnya. Bahan-bahan yang digunakan mudah didapat dan proses pembuatannya juga sederhana. Apabila Budikdamber ini sudah diaplikasikan di setiap rumah semoga stunting di desa ini dapat teratasi," tambahnya.

Ember yang digunakan berukuran 20 liter. Ada sebanyak 3 buah ember yang dibuat sebagai media Budikdamber. Dua ember dibagikan kepada ibu-ibu PKK dan satu lagi diletakkan di Posko tim Kukerta. 

Benih ikan yang digunakan adalah benih ikan lele berumur 1 bulan dengan ukuran 5-7 cm. Ikan lele dipilih untuk kegitan Budikdamber dikarenakan termasuk ikan yang memiliki ketahanan kuat terhadap berbagai perubahan lingkungan, selain juga mengandung protein yang tinggi serta banyak disukai oleh masyarakat. Sedangkan sayuran yang digunakan adalah kangkung karena kangkung mudah tumbuh di dalam air.

Setelah penjelasan terkait sistem Budikdamber serta alat dan bahan yang digunakan, kegiatan dilanjutkan dengan mempraktikkan secara langsung tata cara pembuatan media budidaya ikan dalam ember. Ibu-ibu PKK berantusias untuk mencoba membuat media Budikdamber tersebut. 

“Apabila setiap rumah menerapkan sistem Budikdamber ini, sedikit banyaknya dapat mengurangi biaya untuk membeli sayuran dan dapat dimanfaatkan untuk pencegahan stunting,” ujar Ketua PKK, Susanti.

Ibu PKK lainnya, Lusini mengucapkan terima kasih kepada tim Kukerta atas sosialisasi pembuatan ini. “Sistem Budikdamber ini praktis tapi bermanfaat. Terima kasih untuk anak-anak Kukerta yang sudah mempraktikkan cara pembuatan Budikdamber ini,” ungkapnya.

Adanya kegiatan pembuatan Budikdamber kepada ibu-ibu PKK diharapkan dapat diaplikasikan di rumah masing-masing untuk memenuhi kebutuhan protein hewani dan nabati dalam rangka pengentasan stunting pada anak.

Ketua Kelompok Tim Kukerta Unri Muhammad Jamil amat bersyukur dengan telah terlaksananya kegiatan Budikdamber ini. Dia mengharapkan kepada masyarakat Desa Airpanas terkhususnya ibu-ibu PKK bisa menerapkan teknologi tepat guna ini, karena alat dan bahan yang diperlukan bisa didapatkan dengan mudah dan murah. 

"Semoga kegiatan ini bisa mendukung upaya kita bersama dalam pengentasan stunting agar anak-anak di Desa Airpanas tercukupi gizinya”, kata Ketua Kelompok Tim Kukerta Unri Muhammad Jamil. (MIF)