Selamat Tahun Baru 2022. Selamat  tinggal era pandemi Covid-19 dengan variannya. Semoga prospek ekonomi kita semakin cerah dan Rakyat Riau semakin sejahtera. Aamiin Yra.***

 

Pantau Kondisi Terkini, Rezita Arungi DAS Indragiri Bersama Gema Pelindup Inhu

Bupati Rezita Meylani Yopi bersama rombongan disambut atraksi silat di Baturijal Hulu, Kecamatan Peranap, didoakan selamat sebelum turun dan naik perahu karet KPBD Inhu. (Foto: Dok SRN)

Bupati Rezita Meylani Yopi bersama rombongan disambut atraksi silat di Baturijal Hulu, Kecamatan Peranap, didoakan selamat sebelum turun dan naik perahu karet KPBD Inhu. (Foto: Dok SRN)

serantauriau.news

Sabtu, 20 November 2021

 

Baturijalhulu - serantauriau.news  - Gerakan Masyarakat Adat Peduli Lingkungan Hidup Indragiri Hulu (Gema Pelindup Inhu) secara resmi telah memulai Ekspedisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri. Kegiatan mengarungi sungai sepanjang 174 km itu dipimpin langsung oleh Bupati Inhu Rezita Meylani Yopi, SE.

Ekspedisi Bupati Inhu ini diawali dengan pembacaan doa selamat oleh sejumlah komponen strategis masyarakat sebelum turun sungai di Dusun Tanjung Baru, Baturijal Hulu, Kecamatan Peranap, Sabtu (20/11/2021). 

Rombongan Bupati didampingi Ketua LAMR Inhu Datuk Seri Marwan MR, Ketua Penyelenggara Gema Pelindup Inhu Abu Bakar Siddik, Plt Kadis Lingkungan Hidup Inhu Joni Maryanto, Plt Kadis PUPR Inhu, Kepala KPBD Ergusfian, dan Camat Peranap bersama sejumlah Kades dan tokoh masyarakat di kecamatan tersebut.

Bupati Rezita menyatakan, Ekspedisi DAS Indragiri dimulai dari kawasan hulu di Kecamatan Peranap dan Batang Peranap hingga akan berakhir di Kecamatan Kuala Cenaku selama tiga hari, Sabtu dan Ahad (20-21/11/2021) serta Ahad (12/12/2021).

Ekspedisi DAS Indragiri yang dipimpin Bupati Inhu ini bertujuan untuk melakukan pemantauan langsung kondisi terkini keadaan tebing yang dihantam arus dan mendokumentasikan situasi terkini bantaran sungai yang rawan abrasi.

Dari pemantauan itulah nanti, akan dipetakan pola penanganan tebing dengan penanaman pohon jenis apa dan berapa jumlah bibit yang rencananya disediakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penanaman Sejuta Pohon ini, ungkap Rezita, akan dilakukan di 10 kecamatan yang dilalui Sungai Indragiri, oleh masyarakat adat yang diprakarsai LAMR Inhu akan bekerja sama dengan Pramuka, Karang Taruna dan KNPI se-Inhu, yang didukung sepenuhnya oleh Pemkab Inhu.

LAMR Inhu yang menggagas Gema Pelindup Inhu ini tidak semata-mata menanam pohon secara fisik. Seperti diutarakan Datuk Seri Marwan MR kepada Bupati Rezita, ketika mengarungi Sungai Indragiri menggunakan perahu karet KPBD Inhu ini, secara non-fisik juga akan melakukan Kampanye Sadar Lingkungan untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan hidup mereka.

Penanaman Sejuta Pohon secara massal di sepuluh kecamatan oleh Bupati Inhu juga akan melibatkan anak-anak sekolah, pemuda dan komponen strategis masyarakat lainnya. Karena itu Bupati minta agar ditimbulkan juga kesadaran untuk memelihara pohon-pohon yang ditanam bersama itu nantinya.

Dalam pemantauan sewaktu ekspedisi dari Baturijal Hulu Peranap ke Silunak di Batang Peranap dan ke hilirnya, bupati melihat sejumlah tebing yang rusak karena penambangan pasir. Karena itu, di hadapan Upika dan tokoh masyarakat Batang Peranap Bupati Rezita sangat menyayangkan cara menambang seperti itu. 

Dan pada kesempatan itu, bupati minta kepada camat, Kades dan pemuka masyarakat menyampaikan himbauan agar kegiatan penambangan tidak boleh dekat ke arah tebing hingga merusak tebing dan pantai. 

Seperti dijelaskan Panitia Penyelenggara, DAS Indragiri Akuaman ini membentang sepanjang 600 km dari Provinsi Sumatera Barat hingga Provinsi Riau. Karena melewati antarprovinsi maka kewenangan mengatasi keadaan ada pada Pemerintah Pusat/APBN. 

"Tetapi kerusakan yang terjadi di DAS itu berada di wilayah kehidupan kita. Kitalah yang  mencegah dan menjaga kelestariannya bersama-sama. Dalam rangka menyongsong arus kewenangan pusat supaya mengarahkan perhatian ke DAS Indragiri itulah maka Bunda Bupati memimpin langsung ekspedisi ini," papar Abu Bakar.

Dari arah sungai, Bunda Bupati juga menyaksikan langsung penanganan tebing dan pembangunan turap oleh kegiatan APBN di Silunak, Batang Peranap. Termasuk juga melihat sejumlah tebing runtuh yang mengalami rusak parah di Petalongan dan puluhan titik parah yang memerlukan pembangunan turap dan menanam sejumlah pohon pelindung hijau dan berbuah. 

Hasil pemantauan ekspedisi ini akan diekspos Bupati Rezita bersama Gemapelindup Inhu kepada Menteri Siti Nurbaya Bakar, sekitar akhir Januari 2022. (SRN)