Salam Tahniah, Selamat Merayakan Hari Jadi Ke-20 Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hulu. Sebagai daerah pemekaran baru, punya semangat dan harapan baru untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat tempatan menjadi negeri yang cemerlang dan terbilang. Insyaallah.***

Provinsi Riau Deflasi 0,27 Persen

Kepala BPS Riau menerangkan mengenai deflasi Riau, saat berita resmi statistik

Kepala BPS Riau menerangkan mengenai deflasi Riau, saat berita resmi statistik

Fitri Burhan

Kamis, 01 Maret 2018

Pekanbaru - serantauriau.news - Berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya, pada Februari 2018, Provinsi Riau mengalami deflasi sebesar 0,27 persen. Sementara itu, bulan sebelumnya Riau mengalami inflasi.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Ir Aden Gultom MM, saat berita resmi statistik, Kamis (1/3/2018).

"Deflasi di Provinsi Riau, bulan Februari 2018 terjadi karena adanya penurunan harga pada kelompok bahan makanan, yang mengalami deflasi sebesar 1,89 persen. Komoditas yang memberikan andil terjadinya deflasi di Riau antara lain, daging ayam ras, cabai merah, bawang merah, kentang, telur ayam ras, kangkung, bayam, udang basah," jelas Aden, di kantornya.

Deflasi memiliki maksud, suatu periode di mana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. "Riau deflasi, artinya minus inflasinya," sebut Aden.

Ditambahkan Aden, Indeks Harga Konsumen (IHK) di Riau tercatat sebesar 133,82. Dengan demikian
Inflasi Tahun Kalender sebesar 0,29 persen dan Inflasi Year on Year
(Februari 2018 terhadap Februari 2017) sebesar 3,33 persen.

Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami deflasi. Antara lain Tembilahan sebesar 0,37 persen, Pekanbaru sebesar 0,27 persen dan Dumai sebesar 0,24 persen.

Lebih lanjut diterangkan Aden, meskipun deflasi di Riau terjadi karena adanya penurunan harga yang cukup signifikan pada kelompok bahan makanan, kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi, di mana inflasi tertinggi terjadi pada kelompok
sandang sebesar 0,76 persen.

Selanjutnya diikuti kelompok kesehatan sebesar 0,43 persen, kelompok-kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,26 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,20 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,16 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,11 persen.

Untuk komoditas yang memberi andil inflasi antara lain beras, serai, teri, bensin, upah pembantu rumah tangga serta bawang putih. (FB)