Salam Tahniah Sempena Hari Jadi Ke-63 Provinsi Riau, 9 Agustus 1957-2020 dan Perayaan Ke-75 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945-2020. Semoga semakin cemerlang, gemilang dan terbilang Provinsi Riau. Dirgahayu Republik Indonesia, semakin jaya Bangsa Indonesia. ***

Sempat Buron, Oknum Petugas Rutan Dijerat Pasal Berlapis

Polisi tangkap buron FS, oknum Petugas Rutan Bangansiapi-api.( Foto; Wildani )

Polisi tangkap buron FS, oknum Petugas Rutan Bangansiapi-api.( Foto; Wildani )

Abu Bakar Siddik

Kamis, 14 Desember 2017

Bagansiapi-api - serantauriau.news - Setelah beberapa bulan melarikan diri dan jadi buronan polisi, akhirnya FS (27), Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Hukum dan HAM yang bertugas di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Bagansiapi-api

berhasil diciduk Tim Opsnal Polsek Bangko, Rokan Hilir.

Ia ditangkap atas kasus percobaan pembunuhan terhadap istrinya, PR dan kasus penggelapan kendaraan roda empat Avanza milik Anggota Polri yang digadaikannnya senilai Rp 15 juta. FS ditangkap Selasa,(12/12/17) di jalan Budi Kemulian, Dumai Kota, tepatnya di klinik Citra Medika. Penangkapan itu diperkuat Unit Reskrim Polsek Dumai Kota.

Kapolsek Bangko Kompol Agung Triadi, Sik dalam keterangan persnya didampingi Kanit Reskrim Iptu D Raja Napitupulu ,S.ik menjelaskan, KDRT percobaan pembunuhan yang dilakukan FS dengan cara menjerat leher istrinya, PR, dengan seutas tali rambia, pada (20/09/2017)  sekitar pukul 15.30 WIB. 

Pada hari itu, lanjut Agung, pelaku sedang berada di dalam kamar dengan korban. Tiba-tiba pelaku mengatakan kepada korban. "Ma,Papa ada hadiah kalung untuk mama." Dan setelah itu pelaku meminta korban untuk menutup matanya dengan baju kaos berwarna hitam.

"Setelah menutup mata korban, pelaku membawa korban ke ruang tengah dan disuruh duduk. Pada saat korban sedang duduk,tiba-tiba pelaku dari belakang mengikat leher korban dengan tali sambil tertawa sembari mengatakan sebentar lagi selesai ni," ungkap Kapolsek.

Setelah itu, papar agung, korban langsung tak sadarkan diri. Tak beberapa lama, PR sadarkan diri dan langsung lari ke dapur rumahnya, Selanjutnya terjadilah keributan sehingga piring ada yang pecah.

"Tak cukup jerat leher saja, melihat ada pecahan piring, pelaku langsung mengambilnya dan menusuk perut korban di bagian kanan dan lengan sebelah kiri," urainya.

Sedangkan kasus penggelapan yang dilakukan FS tambah Agung, terjadi pada 3/10/2017 pelaku menghubungi pemilik mobil Ferdiansyah ingin meminjamkan mobil bernopol BM 1988 FR warna merah metalik milik anggota Polsek Bangko itu untuk dibawa ke kota Dumai selama tiga hari, dari 3-6/10/2017. 

"Setelah ada kesepakatan antara FS dengan pemilik mobil, dia pun langsung membawa mobil itu. Namun tiga hari yang disepakati sudah lewat, mobil tak kunjung kembali dan pemilik langsung melaporkan ke Polsek Bangko kasus penggelapan," lanjutnya.

Ternyata, ungkap Kapolsek, mobil yang dipinjam pakai tersebut digadaikan pada warga Batang Ibul senilai Rp 15 juta.

"Pelaku disangkakan dengan pasal berlapis yakni pasal KDRT dan penggelapan dengan ancaman 5 sampai 15 tahun penjara," pungkasnya.

Sementara FS, ayah dua anak ini mengaku percobaan pembunuhan itu ia lakukan karena sakit hati terhadap istrinya yang sering mengungkit-ungkit masa lalu. "Setiap hari berantem Bang, Dia terus ungkit masa lalu saya," katanya. Atas perbuatan itu ia mengaku menyesal. "Nyesal saya Bang. Saya sudah mencoba minta maaf ke istri saya,Tapi ditolah,," ungkapnya.(WIL)