Salam Tahniah, Selamat Merayakan Hari Jadi Ke-20 Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hulu. Sebagai daerah pemekaran baru, punya semangat dan harapan baru untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat tempatan menjadi negeri yang cemerlang dan terbilang. Insyaallah.***

Petani di Riau Masih Surplus

 Petani sedang membersihkan ladang sayur-mayur dan jagungnya.

Petani sedang membersihkan ladang sayur-mayur dan jagungnya.

Fitri Burhan

Senin, 12 Maret 2018

Pekanbaru - serantauriau.news - Sebagaimana beberapa bulan belakangan, pada Februari 2018, petani di Riau masih surplus.

Sebagaimana catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Riau sebesar 104,35 atau naik sebesar 1,16 persen, dibanding
NTP Januari 2018 sebesar 103,15.

"NTP Riau pada Februari 2018 sebesar 104,35, dapat diartikan bahwa petani
mengalami surplus. Surplus terutama terjadi pada petani subsektor perikanan (NTNP=114,88), subsektor tanaman pangan (NTPP =104,37) dan subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR= 105,51)," jelas Kepala BPS Riau Ir Aden Gultom MM, belum lama ini, ketika ditemui di kantornya.

"Kenaikan NTP Riau disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima petani sebesar 1,23 persen, relatif lebih besar dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,06 persen," terangnya.

Kenaikan NTP, terjadi pada 2 subsektor penyusun NT. Yaitu subsektor hortikultura yang mengalami kenaikan NTPH sebesar 2,21 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat yang mengalami kenaikan NTPR
sebesar 1,71 persen. Sementara itu, penurunan NTP terjadi di 3 subsektor penyusun NTP. Antara lain subsektor tanaman pangan yang mengalami penurunan NTPP sebesar 0,37 persen, subsektor perikanan yang mengalami penurunan NTNP sebesar 0,09 persen dan subsektor peternakan yang mengalami penurunan NTPT yaitu sebesar 0,06 persen.

Ditambahkan Aden, berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di Riau, NTP Riau pada Februari naik sebesar 1,16 persen, dibanding NTP Januari 2018 disebabkan harga barang/produk pertanian yang dihasilkan oleh rumah tangga mengalami kenaikan yang relatif lebih besar dibandingkan
kenaikan harga barang dan jasa, yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi.

"NTP adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani, dinyatakan dalam persentase. Semakin tinggi NTP dapat diartikan kemampuan daya beli atau daya tukar petani relatif lebih baik dan tingkat kehidupan petani pun lebih baik," ungkapnya. (FB)